Adakah Rumah Murah Berkualitas?

Memadukan sesuatu yang murah dengan berkualitas seringkali sulit untuk dilakukan. Karena murah cenderung tidak berkualitas sedangkan berkualitas seringkali mahal. Yang melekat pada produk, memang tidak hanya raw material, tetapi didalamnya ada branding, ada pengetahuan, paten, distribusi dan unsur unsur produksi lainnya. Coba bayangkan berapa harga raw material Ipad 5? Tidak lebih dari 400 s.d 500 ribu?

Rumah sebagai sebuah produk didalamnya terdapat komponen komponen dari raw material dan proses.  Bagi ahli bangunan, raw material sudah mendekati pasti dapat dihitung, dari kebutuhan air, alat bantu, alat tukang, pasir, batu, PC, besi, bendrat dan asesoris bangunan yang melekat. Begitu juga dengan tenaga kerja yang ada, dapat diperkirakan melalui pendekatan analisa, pengalaman atau borongan umum yang berlaku di tempat proyek tersebut berlangsung. Akan tetapi dari dua hal di atas, terdapat beberapa aspek yang juga berpengaruh terhadap produksi rumah, misalkan lokasi, semakin jauh dari tempat tempat/storage material pada umumnya akan semakin mahal harga materialnya, semakin di perkotaan harga juga semakin mahal karena kenaikan biaya tenaga kerja dan sekaligus juga angkut material. Juga dapat dipertimbankan kondisi cuaca. Karena umumnya proses produksi / pembangunan rumah berada di outdoor/luar/site maka seringkali cuaca menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat biaya produksi rumah. Tidak kalah pentingnya juga perihal finansial. Sebuah proses produksi/pembangunan rumah yang mengalami kendala karena finansial, dan sempat berhenti menyebabkan biaya produksi juga akan mengalami kenaikan, belum lagi sudah menjadi keumuman bahwa pembelian material dengan cara cash akan biasanya akan lebih murah dari pada tidak cash/bayar tempo. Selain itu pembangunan rumah secara sendiri/pribadi juga akan lebih mahal dari pada pembangunan rumah secara kolektif karena berbagai sebab seperti pengoptimalan material dan tenaga kerja, operasional dll.

Dari ilustrasi di atas dapat digambarkan bahwa biaya produksi rumah terdiri dari

  1. Raw material

Pemilihan material utama dalam pembangunan rumah menjadi penentu mahal / tidaknya sebuah bangunan/rumah. Misalnya struktur, ada banyak kasus tanpa perhitungan yang matang, tukang atau pemilik rumah melakukan pemborosan material besi, material campuran dll. padahal bangunan yang dibangun sebenarnya cukup dengan standar yang dibawahnya. Ini akan menyebabkan pemborosan dan kenaikan harga produksi. Selanjutnya pemilihan bahan pendukung seperti penutup lantai, plafond, atap. Di tahap akhir adalah material penyusun finishing. Pada umumnya distribusi bangunan + tenaga kerja untuk produksi rumah dapat digambarkan sebagai berikut :

–       Persiapan                          1    %

–       Pekerjaan tanah                          2    %

–       Pondasi                             8    %

–       Struktur                            15    %

–       Dinding dan Plesteran 23    %

–       Atap                                  12    %

–       Plafon                                8    %

–       Pintu dan Jendela           7,5 %

–       Penutup Lantai              11    %

–       Listrik                                  1,5 %

–       Plambing, sanitasi dll      4   %

–       Finishing                                       7   %

  1. Tenaga

Tenaga yang pengalaman lebih mahal daripada yang tidak pengalaman, akan tetapi volume pekerjaan yang dilakukan tenaga berpengalaman lebih bisa diandalkan daripada tenaga yang belum berpengalaman. Disamping itu proses kontrol dan supervisi menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan agar tidak terjadi pekerjaan bongkar pasang dan pengulangan. Pada umumnya biaya tenaga kerja sekitar 22 s.d 33 % dari total anggaran yang diperlukan.

  1. Lokasi

Lokasi meskipun tidak secara langsung berdampak pada tingkat kenaikan biaya produksi, namun perlu dipikirkan efektifitas pengangkutan, langsiran atau biaya biaya lainnya.

  1. Cuaca

Orang cenderung lebih suka membangun di musim kemarau daripada musim penghujan. Hal tersebut masuk akal karena pada musim penghujan ada beberapa pekerjaan yang menjadi terganggu kelancarannya ketika turun hujan.

  1. Sumber dana

Seperti di terangkan di atas, proses pembangunan / produksi harus dapat tercapai dalam kurun waktu tertentu, agar mencapai batas optimalnya. Untuk kelancaran itu perlu disuport dengan dana yang cukup.

  1. Jumlah produksi/kuantitas

Seperti biaya produksi barang lainnya, sudah umum bahwa jumlah kuantitas yang banyak pasti akan menurunkan biaya biaya produksi yang tidak akan dapat dipenuhi ketika barang diproduksi secara mandiri/sendiri.

Bersambung …

semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s